Postingan

KESAN DARI SEBUAH TANTANGAN

Mencoba sesuatu hal yang baru, merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi diri saya. Terlebih hal baru itu mengatas namakan sebagai TANTANGAN. Ya, Writing Challenge 30 Days selama Ramadhan. Adalah program yang menantang para pesertanya untuk menulis setiap apa yang terpikir dan terlintas di kepala, mendeskripsikan semua yang dilihat oleh mata, dan menorehkan semua yang didengar oleh telinga. Jelas saya merasa tertantang. Betapa, sebelumnya saya tidak pernah melakukan program kebaikan seperti ini. Tentu masih ada perasaan ragu untuk memutuskan mengikuti jalannya vhallenge ini. Namun saya teringat sebuah tulisan, bahwa perbedaan diantara orang yang kalah dan orang yang menang salah satunya adalah sebesar apa kemauan dirinya mencoba hal-hal baru, dan sejauh mana ketangguhannya dalam menghadapi tantangannya. Kalimat itu rupanya telah benar-benar menginspirasi saya untuk memutuskan menjadi pemenang dengan mengambil tekad untuk mencoba hal yang baru dan siap menerima tantangan sebagai kons...

MATANGNYA...IMAN PARA SAHABAT

Assalamu alaikum sahabat.... Pernah dengar kisah para sahabat yang tangguh dalam keimanannya? keutamaan yang mereka dalam mengamalkan perintah-Nya, mewujudkan citra Islam dalam dirinya? terasa jelas perbedaan mereka dengan umat lainnya karena mereka berhasil mengimplementasikan keimanan mereka dalam bentuk amal shaleh dan akhlaqul karimah. Ya, benar, Akhlaqul karimah tidak sama halnya dengan hanya sekedar akhlak yang baik. Akhlaqul karimah (Akhlak yang mulia) terbentuk lantaran kebiasaan amal shaleh yang terus dilakukan sehingga membentuk satu kebiasaan. Dan amal shaleh sangat berbeda dengan perbuatan baik lainnya yang hanya dipandang baik dari segi etika manusia saja. Amal shaleh merupakan bentuk dari amal atau perbuatan manusia yang berlandaskan dalil-dalil yang ada dalam aturan agama Islam. Makanya, keberadaan keduanya, yakni amal baik dan amal shaleh sangatlah berbeda. Beda dari pengertiannya, beda sebab keberadaannya, dan beda pula akibat yang ditimbulkannya. Amal baik belum t...

SETELAH KEPERGIAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan hampir berakhir. Dua hari lagi setelah hari ini, akan tiba 1 syawal. Idul fithri yang ditunggu pun tiba. Senang rasanya bercampur sedih. Ya, senang, karena datangnya hari kemenangan. sedih, karena dengan hadirnya idul fithri berarti kita telah meninggalkan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. "Kita memang akan segera meninggalkan bulan Ramadhan. Tapi kita tidak akan kehilangan sepenuhnya dari keutamaan bulan itu". kata seorang teman. " Lho kok bisa?" kataku penasaran. beliau melanjutkan, "Hanya jika kita terus mendawamkan berbagai amalan baik yang kita lakukan selama bulan Ramadhan. Kita menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai alat ukur meningkat atau tidaknya amalan baik kita pada bulan-bulan berikutnya, selain bulan Ramadhan. Maka, kita telah mendapatkan keutamaan dawamnya amalan yang di dapat selama ramadhan sebagai latihannya." "Dengan demikian, semoga iman kita akan tetap berada diatas. Dan tetap kokoh". Memang apa sesung...

TANGIS DINA DI HARI LEBARAN

Hari raya idul fithri yang dinanti, sebentar lagi. senyuman yang mengembang dari anak-anak dilingkungan rumah mulai nampak. Terasa menggembirakan obrolan ringan mereka terdengar, " eh, Nita lebaran sebentar lagi lho. Kamu udah punya baju baru belum?" tanya Nadia "Aku, udah dong kemarin ibu membeli dua stel buatku. sama sendal barunya juga gak ketinggalan. Ibu langsung beli, soalnya kalau beli pas deket hari lebarannya toko-toko di pasar penuh kata ibu. jadi sekalian beli deh. Kalau kamu gimana ca?" Nita meneruskan rantai pertanyaĆ n ke teman yang duduk di sebelahnya, Icha. "Oh, kalau aku sendalnya yang dua, baju cukup satu aja karena masih banyak yang bagus di lemariku". Terus kalian suka dapet berapa banyak uang kalau hari lebaran?" Icha balik bertanya pada kedua temannya, Nadia dan Nita. "Aku mah banyak kadang sampai ga kehitung. gak tau lah cara ngitungnya biar mama aku aja yang hitungin. Hehehe..." jawab Nadia cengengesan. Seperti Nadia, ...

KEGEMBIRAAN DI HARI KEMENANGAN

Idul fithri atau sering kita sebut lebaran. Menjadi satu moment yang sangat istimewa bagi kaum Muslimin. Hal itu dikarenakan oleh meriahnya hari tersebut, di mana biasanya keluarga berkumpul. Yang jauh mendekat, yang dekat merapat. Satu hal yang istimewa jika saat lebaran bisa bertemu dengan sanak saudara. Meski jarak yang ditempuh tidak cukup jauh, uang yang keluar untuk biaya transportasi pun cukup banyak. Belum lagi berbagi kebahagiaan berupa membagikan lembaran uang baru semakin menambah pengeluaran saat mudik ke desa. Malah di salah satu Bank yang saya kunjungi hari ini, uang kecil di Bank itu  sudah tak tersisa lagi. Padahal orang-orang masih banyak yang mengantri untuk menukarkan uang mereka. Berkali-kali petugas menjelaskan uang kecil telah habis,  tetapi orang-orang terus berdatangan sambil membawa lembaran kertas merah, ada yang hanya beberapa lembar bahkan ada pula yang membawa hingga jutaan rupiah. Subhaanallah, rupanya antusias sekali mereka, berniat untuk berbag...

PERJUANGAN MENUJU SURGA-NYA 3

Halaman yang saya baca menyebutkan, Ternyata tidak hanya wanita hamil dan menyusui yang diwajibkan membayar fidyah, tetapi ada kategori lain yang di sebutkan di lembaran itu. Diantara mereka adalah : a. Mereka yang sakit dan tidak memiliki kemampuan untuk berpuasa. b. Mereka yang yang memang menurut thabi'atnya apabila shaum saja, ia dapat sakit. c. Mereka yang penghidupannya tetap dengan pekerjaan yang berat seperti orang-orang yang bekerja dilombong-lombong (parit) mas, besi, timah, arang, batu dan sebagainya. Orang-orang tersebut, termasuk orang yang bisa puasa dengan susah payah. Jika mereka tidak mampu puasa, Maka mereka wajib membayar fidyah. Yakni, memberi makan seorang miskin bagi tiap-tiap sehari, kalau ia tidak puasa dua hari, wajib ia beri makanan dua orang miskin, dan begitulah seterusnya, dan orang yang bayar fidyah itu, tidak wajib qadla lagi. Saya termenung sesaat. Menyelami apa maksud dari tulisan tersebut. "Jadi, mau bagaimana?" Suara suami membuya...

PERJUANGAN MENUJU SURGA-NYA 2

"Puasa memang artinya bukan tidak makan sama sekali, puasa hanya menggeser waktu makan saja. Yang tadinya di siang hari kalau puasa ya makannya di malam hari. Tetap perhatikan gizi dari bahan yang ibu makan, kalau bisa usahakan makan juga tengah malam". Waduh...peer banget inimah padahal saya tidak terlalu pandai menyempatkan diri makan di tengah malam. Maklumlah, jam segitu waktunya enak tidur dan menikmati mimpi-mimpi.hehe... "Dan harus dicatat! kalau yang ibu lakukan itu (memilih puasa dalam keadaan sedang mengandung) tidaklah dimaksudkan karena tidak mau membayar fidyah ( ganti puasa bagi orang yang tidak puasa karena kondisi yang mengkhawatirkan saat hamil dan menyusui. juga bagi orang yang sudah lanjut usia dan tidak dimungkinkan b bisa melakukan ibadah puasa). Glek!! nusuk banget poin yang ustadzah sampaikan. Selai merasa bersalah karena mengambil keputusan dan kurang memperhatikan apa yang jaris saya lakukan menenai asupan gizi dan perkara niat. Selain itu pula ...