KESAN DARI SEBUAH TANTANGAN
Mencoba sesuatu hal yang baru, merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi diri saya. Terlebih hal baru itu mengatas namakan sebagai TANTANGAN. Ya, Writing Challenge 30 Days selama Ramadhan. Adalah program yang menantang para pesertanya untuk menulis setiap apa yang terpikir dan terlintas di kepala, mendeskripsikan semua yang dilihat oleh mata, dan menorehkan semua yang didengar oleh telinga. Jelas saya merasa tertantang. Betapa, sebelumnya saya tidak pernah melakukan program kebaikan seperti ini. Tentu masih ada perasaan ragu untuk memutuskan mengikuti jalannya vhallenge ini. Namun saya teringat sebuah tulisan, bahwa perbedaan diantara orang yang kalah dan orang yang menang salah satunya adalah sebesar apa kemauan dirinya mencoba hal-hal baru, dan sejauh mana ketangguhannya dalam menghadapi tantangannya.
Kalimat itu rupanya telah benar-benar menginspirasi saya untuk memutuskan menjadi pemenang dengan mengambil tekad untuk mencoba hal yang baru dan siap menerima tantangan sebagai konsekuensi dari pilihan yang telah saya ambil. Meski hasilnya belum nampak, dan andaikata saya gagal dalam challenge ini, setidaknya saya telah benar dalam mengambil langkah ini. Jujur, saya hanya bermodal PD saat itu dan tidak memiliki skill kepenulisan seperti teman-teman yang lainnya di challenge ini, saya melangkah dengan mengucap Basmalah...
Seiring berjalannya waktu, tantangan demi tantangan semakin terasa. Ya, hal itu tidak saya rasa sederhana, karena selain tugas dari challenge ini, saya, sebagai seorang ibu dari lima anak yang telah Allah karuniakan, berarti juga memiliki banyak tugas yang harus saya selesaikan. Namun alasan itu tidak lantas harus menjadi faktor terhentinya keputusan yang saya ambil. Ini, bagian dari konsekuensinya. Sementara saya tahu, banyak diantara teman-teman di challenge ini yang memiliki lebih banyak amanah dan mereka bisa melakukan hal yang terbaik. Menyelesaikan challenge ini, dibalik kesibukan yang mereka jalani sehari-hari.
Maka, lagi-lagi saya tertantang oleh teman-teman yang hebat, yang mempunyai komitmen dan senantiasa bersemangat menyetorkan tulisan di setiap harinya. Perihal saya, meski tak sempat menyelesaikan tugas dan menempati urutan di nomor yang paling awal, bahkan kadang terlambat, saya tetap bersemangat karena hal tersebut telah mengajarkan kepada saya akan pentingnya sebuah kedisiplinan dan betapa urgennya arti memenej waktu yang ada untuk sebuah keperluan. Karena dalam menjalankannya sangat membutuhkan perjuangan dan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Perjalanan selama satu bulan ini, telah memberi saya banyak pengalaman yang sangat berharga, maka dari itu, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada teh yusnia sebagai penyelenggara dari Writing Challeng 30 Days ini. Dan kepada teman-teman yang selalu memberi inspirasi, semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk menghasilkan karya-karya terbaik di masa yang akan datang. Aamiin
Salam Ukhuwah
Amih shila
Bandung, 4 Juni 2019
#Day(30)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Kalimat itu rupanya telah benar-benar menginspirasi saya untuk memutuskan menjadi pemenang dengan mengambil tekad untuk mencoba hal yang baru dan siap menerima tantangan sebagai konsekuensi dari pilihan yang telah saya ambil. Meski hasilnya belum nampak, dan andaikata saya gagal dalam challenge ini, setidaknya saya telah benar dalam mengambil langkah ini. Jujur, saya hanya bermodal PD saat itu dan tidak memiliki skill kepenulisan seperti teman-teman yang lainnya di challenge ini, saya melangkah dengan mengucap Basmalah...
Seiring berjalannya waktu, tantangan demi tantangan semakin terasa. Ya, hal itu tidak saya rasa sederhana, karena selain tugas dari challenge ini, saya, sebagai seorang ibu dari lima anak yang telah Allah karuniakan, berarti juga memiliki banyak tugas yang harus saya selesaikan. Namun alasan itu tidak lantas harus menjadi faktor terhentinya keputusan yang saya ambil. Ini, bagian dari konsekuensinya. Sementara saya tahu, banyak diantara teman-teman di challenge ini yang memiliki lebih banyak amanah dan mereka bisa melakukan hal yang terbaik. Menyelesaikan challenge ini, dibalik kesibukan yang mereka jalani sehari-hari.
Maka, lagi-lagi saya tertantang oleh teman-teman yang hebat, yang mempunyai komitmen dan senantiasa bersemangat menyetorkan tulisan di setiap harinya. Perihal saya, meski tak sempat menyelesaikan tugas dan menempati urutan di nomor yang paling awal, bahkan kadang terlambat, saya tetap bersemangat karena hal tersebut telah mengajarkan kepada saya akan pentingnya sebuah kedisiplinan dan betapa urgennya arti memenej waktu yang ada untuk sebuah keperluan. Karena dalam menjalankannya sangat membutuhkan perjuangan dan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Perjalanan selama satu bulan ini, telah memberi saya banyak pengalaman yang sangat berharga, maka dari itu, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada teh yusnia sebagai penyelenggara dari Writing Challeng 30 Days ini. Dan kepada teman-teman yang selalu memberi inspirasi, semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk menghasilkan karya-karya terbaik di masa yang akan datang. Aamiin
Salam Ukhuwah
Amih shila
Bandung, 4 Juni 2019
#Day(30)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Aamiin, alhamdulillah bisa full 30 days. Semangat nulis ya mbak :)
BalasHapus