MATANGNYA...IMAN PARA SAHABAT

Assalamu alaikum sahabat....

Pernah dengar kisah para sahabat yang tangguh dalam keimanannya? keutamaan yang mereka dalam mengamalkan perintah-Nya, mewujudkan citra Islam dalam dirinya? terasa jelas perbedaan mereka dengan umat lainnya karena mereka berhasil mengimplementasikan keimanan mereka dalam bentuk amal shaleh dan akhlaqul karimah.

Ya, benar, Akhlaqul karimah tidak sama halnya dengan hanya sekedar akhlak yang baik. Akhlaqul karimah (Akhlak yang mulia) terbentuk lantaran kebiasaan amal shaleh yang terus dilakukan sehingga membentuk satu kebiasaan. Dan amal shaleh sangat berbeda dengan perbuatan baik lainnya yang hanya dipandang baik dari segi etika manusia saja. Amal shaleh merupakan bentuk dari amal atau perbuatan manusia yang berlandaskan dalil-dalil yang ada dalam aturan agama Islam. Makanya, keberadaan keduanya, yakni amal baik dan amal shaleh sangatlah berbeda. Beda dari pengertiannya, beda sebab keberadaannya, dan beda pula akibat yang ditimbulkannya. Amal baik belum tentu membuahkan pahala, orang yang melakukannya bisa saja seseorang yang menganut agama selain agama Islam. Karena amal baik ini seringkali dinilai dari segi sosial kemanusiaan.  Sementara amal shaleh sudah tentu yang mengamalkannya adalah seorang muslim dan mendapatkan pahala jika melakukannya. Karenanya, penyebutan amal shaleh selalu dirangkaikan dengan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dengan demikian, hanya amal shaleh lah yang akan membentuk sebuah akhlaqul karimah. Akhlaq yang lahir dari pengamalan dalil dan merupakan bukti dari ketaatan seseorang terhadap adab-adab yang ada dalam agama Islam.

Maka tentulah selalu mempesona jika kita membaca dan mendengar kisah para sahabat yang telah berhasil memiliki akhlaqul karimah tersebut. Ceritanya selalu mengagumkan. Baik dipandang oleh manusia dan benar di hadapan Allah swt.

Sering terdengar kisah-kisah mereka yang mengharukan dan mengagumkan, betapa kokoh keimanan mereka, betapa tebal ketakwaan mereka, sehingga, Seringkali saya membayangkan, andai saja saya bisa bertemu mereka, tentulah tenang wajah mereka memancarkan keislaman. Damai rasanya hidup bersama mereka, jauh dari rasa takut dan terhindar dari ancaman.

Terkadang, hati merasa malu jika membaca kisah mereka. Sesekali membandingkan dengan dengan keadaan diri yang masih jauh dari kata sempurna. Berbuat amal baik hanya apabila ada motivasi luar yang memicu, dan lupa ketika diri merasa kurang dan merasa futhur. Tidak demikian dwngan para sahabat, yang dalam keadaan serba sulit pun keimanan mereka sekuat baja. Bahkan dalam kondisi genting pun semisal dalam keadaan peperangan, ketaatan mereka masih saja mendominasi keadaan, masih sempat melakukan salat, masih menjaga adab-adab. Mereka jauh dari kelalaian, sanhat berbeda dengan diri saya yang terkadang tergoda dengan hal-hal yang bersifat dunia semata, sehingga lupa akan amalan akhirat yang seharusnya tertunaikan.

Astaghfirulloh....sangat berbeda jauh keadaan saya denhan mereka. Betapa besar kemuliaan para sahabat, sehingga banyak diantara merwka yang telah dijamin menjadi penghuni surga-Nya....Pantas saja mereka dijadikan sebagai umat pecontohan. Subhaanallah...

Salam Ukhuwah
Amih shila,

#Day(29)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEDERHANAAN KHALIFAH UMAR

PEMBATAL PUASA:MITOS/FAKTA??

PUASA=UJIAN KEIMANAN