PERJUANGAN MENUJU SURGA-NYA 2

"Puasa memang artinya bukan tidak makan sama sekali, puasa hanya menggeser waktu makan saja. Yang tadinya di siang hari kalau puasa ya makannya di malam hari. Tetap perhatikan gizi dari bahan yang ibu makan, kalau bisa usahakan makan juga tengah malam". Waduh...peer banget inimah padahal saya tidak terlalu pandai menyempatkan diri makan di tengah malam. Maklumlah, jam segitu waktunya enak tidur dan menikmati mimpi-mimpi.hehe... "Dan harus dicatat! kalau yang ibu lakukan itu (memilih puasa dalam keadaan sedang mengandung) tidaklah dimaksudkan karena tidak mau membayar fidyah ( ganti puasa bagi orang yang tidak puasa karena kondisi yang mengkhawatirkan saat hamil dan menyusui. juga bagi orang yang sudah lanjut usia dan tidak dimungkinkan b
bisa melakukan ibadah puasa). Glek!! nusuk banget poin yang ustadzah sampaikan. Selai merasa bersalah karena mengambil keputusan dan kurang memperhatikan apa yang jaris saya lakukan menenai asupan gizi dan perkara niat. Selain itu pula jawaban beliau jadi membuatku menerka, " Apa mungkin suami menyuruh puasa lantaran takut uangnya leluar buat bayar fidyah ya????" kali ini pikiran saya sedikit berprasangka. "Ah....tidak enak juga memiliki sangka buruk. Biar nanti komunikasikan lagi biar hati tenang" pikirku.

Sesampai di rumah, suami sedang mengerjakan tugas hariannya. Melihat pemandangan itu, saya urungkan niat untuk berbicara langsung. Percakapan, ditunda. Setelah satu jam kemudian. Sepertinya beliau hampir menyelesaikan tugasnya. Gak sabar juga menunggu lama-lama. Setelah kondisi cukup bagus, saya langsung menyapanya, "A, saya tadi mencoba menenangkan hati dengan bertanya kepada ustadzah, dan beliau menjawab...(saya sampaikan persis seperti apa yang dikatakan ustadzah). Lama terdiam, beliau akhirnya menanggapi ucapan saya. "Kamu bertanya begitu dan dijawab seperti itu?". "Iya" jawab saya cepat tak sabar ingin tahu respon selanjutnya. "Masalah gizi memang sudah menjadi kemestian. Tapi kalau masalah tidak mau membayar fidyah saya tidak seperti itu. Kenapa harus memberi belanja kepada istri sementara membayar fidyah dikatakan tidak mau. Padahal sama-sama ibadah. Sama sekali saya tidak bermaksud seperti itu. Kenapa saya mengajakmu puasa meski dalam keadaan tengah mengandung adalah berarti saya hendak mengajakmu berikhtiar lebih kuat untuk menaati aturan-Nya. Supaya kamu memiliki tekad kuat dalam memenuhi aturan dari-Nya, dan tidak menyerah begitu saja tanpa mau berjuang lalu memilih apa yang Allah berikan sebagai ganti (fidyah)". Kata beliau, nadanya semakin meninggi. Rupanya perkataan saya cukup menyinggung perasaannya. Beliau tidak ridha dituduh sebagai orang yang tidak mau mengikuti perintah agama. Ah....nyesek sekali hati saya kali ini. Salah ucap, tanpa pertimbangan yang matang. Saya benar-benar telah melakukan kesalahan. Saya diam seribu bahasa. Melihat matanya yang menatap tajam, hati saya semakin hancur. Tak berani melawan tatapannya. Inginnya, menangis sejadi-jadinya. Tapi saya tahan. Hanya mampu menunduk menyesali perbuatan

"Bagimu puasa hukumnya wajib". "Hah???" saya terperanjat mendengar perkataan itu. "bukannya puasa&fidyah adalah pilihan ya..." saya menhgerutu. "Bisa di sebut gan ti bagi orang yang hamil&menyusui dan kondisi mereka jelas mengkhawatirkan menurut medis. Bukan dikhawatirkan oleh besarnya kecemasan padahal setelah di cek kondisi mereka sangat sehat dan bugar". Lanjutnya serasa menyindirku.

"Ah...ternyata saya memang salah menduga. Ternyata hukum-Nya tidak bisa dilakukan sekenanya. Tergantung kemauan hati saja. Padahal semua sudah jelas aturan dan tata laksananya. Kalau sudah begitu, saya jadi teringat sebuah buku yang telah usang milik suamiku. Sudah lama tidak saya buka. Mungki di dalam buku itu tertera semua keterangan mengenai perkara fidyah". Mata tertuju pada sebuah buku yang berjilid biru dan tebal. Tertumpuk banyak buku di pojok lemari kitab. Lalu...saya buka daftar isi dan mencari kata fidyah. Ketemu. Lembar buku itu saya buka sesuai halaman yang tertera. Ternyata, setelah dibaca dengan seksama, banyak ilmu yang saya dapatkan.....BERSAMBUNG

#Day(24)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEDERHANAAN KHALIFAH UMAR

PEMBATAL PUASA:MITOS/FAKTA??

PUASA=UJIAN KEIMANAN