SETELAH KEPERGIAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan hampir berakhir. Dua hari lagi setelah hari ini, akan tiba 1 syawal. Idul fithri yang ditunggu pun tiba. Senang rasanya bercampur sedih. Ya, senang, karena datangnya hari kemenangan. sedih, karena dengan hadirnya idul fithri berarti kita telah meninggalkan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. "Kita memang akan segera meninggalkan bulan Ramadhan. Tapi kita tidak akan kehilangan sepenuhnya dari keutamaan bulan itu". kata seorang teman. " Lho kok bisa?" kataku penasaran. beliau melanjutkan, "Hanya jika kita terus mendawamkan berbagai amalan baik yang kita lakukan selama bulan Ramadhan. Kita menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai alat ukur meningkat atau tidaknya amalan baik kita pada bulan-bulan berikutnya, selain bulan Ramadhan. Maka, kita telah mendapatkan keutamaan dawamnya amalan yang di dapat selama ramadhan sebagai latihannya." "Dengan demikian, semoga iman kita akan tetap berada diatas. Dan tetap kokoh".

Memang apa sesungguhnya yang harus kita rindukan dari bulan i
Ramadhan? suasananya? berbagai rangkaian amalan di dalamnya, sahur, takjil, tarawih dan i'tikaf? 

Apalah jawaban itu. Tentu, kerinduan kita akan keutamaan yang telah Allah swt. tetapkan pada satu bulan (dibandingkan bulan lainnya) harus lebih besar dibandingkan kerinduan pada hal-hal yang bersifat seremonial semata. Dan sebesar apa pun kerinduan kita padanya, tetap tidak dapat mencegah kepergiannya. Namun amalan baik selama berada di bulan itu, masih bisa kita lanjutkan. Puasanya kita lanjutkan dengan berpuasa sunnat, tarawihnya dapat berlanjut dengan shalat tahajjud, misalnya. Kebiasaan bangun lebih awal dipagi hari, bisa kita teruskan. Dan masih banyak kebaikan yang sangat mungkin dilakukan di sebelas bulan ke depan. Dengan begitu, semoga kualitas keimanan kita bisa tetap terjaga hingga apabla Alah swt. masih memberi kita kesempatan untuk bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang akan datang, keimanan kita bisa lebih ditingkatkan lagi. Dan semoga saja dengan semangat kita mendawamkan ibadah, Allah swt. berkenan mengampuni kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat.

Semoga Allah swt. memberikan kekuatan, dhanDalakesempatan dan kemampuan kepada kita. Sehingga saya, anda dan kita semua bisa menjaga keberadaan iman di hati kita bahkan mampu meningkatkan kualitasnya dengan senantiasa menjalankan amalan shalih yang Allah swt. janjikan pahala terhadapnya. Aamiin.

Salam ukhuwah,
Amih shila

#Day(28)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEDERHANAAN KHALIFAH UMAR

PEMBATAL PUASA:MITOS/FAKTA??

PUASA=UJIAN KEIMANAN