KEGEMBIRAAN DI HARI KEMENANGAN

Idul fithri atau sering kita sebut lebaran. Menjadi satu moment yang sangat istimewa bagi kaum Muslimin. Hal itu dikarenakan oleh meriahnya hari tersebut, di mana biasanya keluarga berkumpul. Yang jauh mendekat, yang dekat merapat. Satu hal yang istimewa jika saat lebaran bisa bertemu dengan sanak saudara. Meski jarak yang ditempuh tidak cukup jauh, uang yang keluar untuk biaya transportasi pun cukup banyak. Belum lagi berbagi kebahagiaan berupa membagikan lembaran uang baru semakin menambah pengeluaran saat mudik ke desa.
Malah di salah satu Bank yang saya kunjungi hari ini, uang kecil di Bank itu  sudah tak tersisa lagi. Padahal orang-orang masih banyak yang mengantri untuk menukarkan uang mereka. Berkali-kali petugas menjelaskan uang kecil telah habis,  tetapi orang-orang terus berdatangan sambil membawa lembaran kertas merah, ada yang hanya beberapa lembar bahkan ada pula yang membawa hingga jutaan rupiah. Subhaanallah, rupanya antusias sekali mereka, berniat untuk berbagi padahal lebaran masih satu minggu lagi.

Tidak hanya sekedar kemeriahan berkumpul dan membagikan uang. Lebaran juga merupakan hari pertama umat Muslim menikmati semangkuk bubur ayam di pagi hari. Sarapan. setelah sebelumnya berpuasa selama satu bulan penuh. Tentunya, Suasana dirumah-rumah menjadi semakin hangat dengan sungkeman yang dilakukan untuk saling memaafkan ditambah dengan ramainya antrian mengular untuk menyantap ketupat dan opor ayam, makanan ciri khas waktu lebaran. Atau bisa terlihat suasana riuh ibu-ibu yang menunggu giliran untuk memesan bakso di warung sebelah dekat rumah.
Mereka rela berjam-jam menunggu giliran tiba.

Indah memang suasana itu. Penuh dengan suka cita. Namun sejatinya bukan hanya suasana haru itu yang menjadi sumber kegembiraan setiap orang Islam. Kegembiraannya harus terpusat pada kegembiraan bahwa dirinya telah diberikan kesempatan untuk menjalankan serangkaian ibadah selama berada di bulan yang penuh berkah hingga sampai tibanya idul fithri yang dinanti. Dan Doa yang terucap di hari lebaran itu hendaklah menggambarkan  jiwa yang penuh dengan harapan agar semua amalannya diterima oleh Allah swt. "Taqobalallohu minna wa minkum". Do'a yang diucapkan kepada sesama muslim di hari itu. sehingga dirinya tidak hanya fokus kepada hal-hal yang bersifat dunia semata.

Dan semestinya, kita merasa senang karena telah diberi kemampuan untuk menyempurnakan ibadah puasa hingga hari terakhir bulan Ramadhan. Karena ternyata banyak diantara saudara kita yang tidak bisa menjalankan ibadah ini seutuhnya dikarenakan kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk melakukan seluruhnya. Serta kebahagiaan lantaran masih diberi jatah usia untuk melanjutkan kehidupan dibulan-bulan berikutnya disertai dengan amal ibadah lainnya, sebesar kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan. Bahwa selepas Bulan Ramadhan tidak lantas menurun pula semangat kita dalam menjaga kualitas ibadah.

Dengan demikian, kegiatan dihari lebaran tidak hanya berupa seremonial belaka. Tetapi juga sarat dengan besarnya rasa syukur terhadap berbagai nikmat yang telah Allah swt. berikan kepada kita.
Semoga, berbagai amalan baik yang kita jalankan di bulan ini, bisa berlanjut dibulan-bulan selanjutnya.

Note: kritik dan saran yang membangun sangay saya harapkan

Salam ukhuwah,
Amih shila
Bandung, 1 Juni 2019

#Day26
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEDERHANAAN KHALIFAH UMAR

PEMBATAL PUASA:MITOS/FAKTA??

PUASA=UJIAN KEIMANAN