VIRUS KEIMANANKU


VIRUS-VIRUS KEIMANANKU


Pernahkah anda mengetahui sekecil apa virus sampai tak nampak oleh kasat mata? atau sebesar apa dia hingga kerap menjadi pengganggu dan menimbulkan rasa sakit yang begitu parah????

Ada berbagai jenis virus  yang Allah swt. ciptakan.  Dan virus influenza salah satu diantaranya. menyebabkan terjadinya batuk pilek pada manusia. Saya tidak begitu faham bagaimana bentuk dan rupanya. mungkin menyeramkan atau malah menawan secantik bunga yang mekar??? yang jelas terasa kini virus itu sedang hinggap ditubuhku, juga anak-anakku. karenanya bersin dipagi hari kerap terdengar, tenggorokan yang gatal tak dapat tertahankan, hidung yang meler, mata yang berair, kepala yang pening, bahkan bisa sampai meningkatkan suhu tubuh melebihi batas normal. Itu semua pertanda tubuh sudah terserang virus. 

Duh... jika sudah demikian, seisi rumah terasa dipenuhi debu. sedikit pergerakan saja bisa menyebabkan bersin yang berkepanjangan. Lelah rasanya....serasa ingin semuanya berubah menjadi taman yang dipenuhi bunga-bunga dan dedaunan hijau yang menyegarkan. Hmm....adem meski hanya dalam bayangan. tapi, tak baiklah terus berangan. tak elok juga jika menyalahkan makhluk tuhan sekecil virus, mungkin daya tahan tubuhku saja yang tidak siap menerima kehadirannya. Baiklah, akan saya terima takdir ini. saya yakin semua ini tak lepas dari takdirnya mungkin untuk menguji atau mungkin untuk menegur. "Astaghfirullah hal 'Adziiim mungkin saya yang kurang pandai membersihkan rumah dan menjaga amanah berupa kesehatan. Maafkan saya ya Allah...." ucàpku lirih.

Adalah suatu Anugerah Allah swt. ciptakan tubuh yang pandai melawan virus dan bakteri yang menyerang. Bersin adalah salah satunya. Konon, dengan bersin bisa mengeluarkan beribu-ribu bakteri, atau bahkan lebih. Tubuh mengeluarkan benda yang berbahaya melalui bersin. Subhaanallaah, satu hal yang patut disyukuri. tetapi, masalah timbul jika bersin terjadi secara terus-menerus dan berlanjut pada tahap batuk yang akut. Tidak sederhana urusannya. Selain badan yang terasa sakit, berbagai tugas pun jadi terhambat. Apalagi, dirumahku banyak anak balita yang Allah amanahkan. Daya tahannya yang belum kuat, mengakibatkan mudah sekali tertular penyakit. salah satunya ya batuk-bersin ini.

Hati saya pilu rasanya melihat anak-anak satu persatu tertulari. Keburukan ini berawal dari saya. saya jadi merasa bersalah.... ingin rasanya saya tutup telinga untuk tidak mendengar suara batuk mereka yang menyakitkan. Tenggorokan mereka seperti memiliki luka yang pedih sampai-sampai suara yang mereka keluarkan menjadi parau. Berobat terus dijalani. Namun virus itu seolah enggan untuk pergi.

Sering kejadian itu berulang, bahkan sekarang saat saya dan anak-anak sedang menjalankan ibadah puasa. Hal itu membuat hati berprasangka. "Kenapa harus mengalami hal semacam ini?? kenapa harus sekarang?? kenapa mesti saya dan anak-anak yang menderita, bukannya orang lain???" Hati saya berteriak dan menyalahkan. rasa iri tiba-tiba muncul. Lelah mencari-cari alasan untuk disalahkan. sebuah reaksi pertama kali yang terkadi ketika dilanda satu musibah. yakni, sebuah penolakan!!. Namun derita takkan usai dengan hanya menghukum diri dan orang lain. Apalagi menghukumi takdir yang telah digariskan. Semua, harus dibarengi dengan kesadaran, kesabaran dan rasa syukur.

Waktu terus berjalan. Penyakit ini belum menemukan kesembuhan. berbagai dugaan dan sangkaan dilayangkan. Saya marah pada keadaan!! 
satu waktu saya termenung, berusaha memahami apa yang saya alami. dan akhirnya saya ingat akan sebuah doa yang sering saya panjatkan. "Ya Allah, saya mohon jadikan saya orang yang bersabar dan bersyukur" pinta saya dalam setiap do'a. Seketika saya terhenyak. "Mungkinkah ini jawaban atas do'a saya???" Ya!! karena kesabaran memerlukan media untuk berlatih menujunya. dan karena rasa syukur hanya akan terpatri ketika hati terlupa dan Allah tampil mengingatkan. Ya, Dengan sakit ini.....

Masya Allah, saya berdo'a dan engkau mengabulkan ya Allah. Hanya saja saya tidak mengerti bahwa pengabulan doa tidaklah harus sesuai dengan prasangka saya.
Saya memohon dan Engkau mengijabahnya. sementara saya malah menyalahkan atas jawaban tersebut.
"Astagfirulloh hal'Adziiim. maafkan saya ya Allah, maafkan hamba-Mu yang lemah dan penuh dosa ini. betapa taqdir Allah selalu dan tetap menjadi yang terbaik bagi saya. tetapi diri ini lambat untuk mengerti akannya. Terima kasih ya Allah, Engkau telah menegur hamba-Mu yang lupa. Bahwa dengan sakit ini, Kau tunjukkan betapa mahal dan nikmatnya kesehatan. Terima kasih ya Allah, dengan sakit ini Kau ajari tentang indahnya bersabar dan bersyukur. Terima kasih..." saya bergumam sambil berurai air mata.

Maka benarlah Firman-Mu yang menyebutkan bahwa seseorang akan diuji dengan kekurangan. dan kekurangan sehat ini yang Kau uji-kan kepada saya.
"Saya terima takdir-Mu ya Rabb. Saya usahakan kesembuhan sebagai bentuk kewajiban. Dan sungguh Engkaulah yang akan menyembuhkan. Biarlah virus ini menyakiti badan ini. Namun jangan biarkan ia menjadi virus yang mengoyak keimananku....". 

Note : Ditulis sebagai refleksi jiwa
atas takdir indah yang Allah swt. berikan melalui sakit yang dirasakan.

Semoga tulisan ini bermañfaat.

Salam Ukhuwah.
Amh Shila
Bandung, 16 Mei 2019

#Day(10)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEDERHANAAN KHALIFAH UMAR

PEMBATAL PUASA:MITOS/FAKTA??

PUASA=UJIAN KEIMANAN