TANGGA KEHIDUPAN=UJIAN
Apa kabar sahabat???
Sering mendengar kata tangga? apa yang terpikirkan ketika mendengarkan kata itu?. Susunan kayu yang bertingkat menanjak? atau barisan besi yang bertahap naik ke atas? atau bahkan berputar mengikuti pembatas tengah yang vertikal?
Apalah yang terbayang di benak kita tentang tangga. Yang jelas keadaannya selalu memiliki pijakan yang mengantarkan seseorang untuk terus maju ke tempat yang lebih atas. Kemudian makna ini diibaratkan dalam kehidupan. Dimana setiap orang akan senamtiasa diuji dengan setiap kondisi. Jika anda hendak menginjakkan kaki ke tahap selanjutnya, selalu ada ujian disana. Harus ada kekuatan lebih untuk menujunya. Harus ada kemauan untuk rela meninggalkan tahapan yang lebih rendah dimana sebelumnya kita berpijak. Maju
Melangkah setahap menaiki anak tangga berikutnya, berarti keberadaan diri kita akan lebih tinggi dibandingkan posisi sebelumnya. Hal itu tak masalah jika kaki tepat melangkah pada dasar pijakan yang dimaksudkàn. Namun keadaannya akan berbeda andai kaki ini salah dalam mengatur gerakan hingga kejadiannya tak sesederhana seperti apa yang dibayangkan. Jika melangkah kurang tepat, kita tidak akan sampai pada tujuan yang diharapkan. Atau bahkan mengalami resiko yang lebih fatal. Tergelincir, lalu terjatuh ke anak tangga yang lebih rendah atau bahkan terjerembab ke dasar pijakan terbawah sekali pun.
Ya, demikianlah setahap lebih tinggi tidak selalu baik jika seseorang tidak terlalu siap dengan konsekwensi yang dihadapi. Baginya, akan selalu ada ancaman yang datang menghampiri. Ada ketakutan yang hadir menghantui. Berbeda dengan seseorang yang telah mantap siap melangkah dengan pertimbangan ilmunya pandai mengukur setiap resiko dan kemudian mengatur strategi untuk terhindar dari resiko terburuknya.
Begitu pula dengan kita. Setiap dari kita selalu memiliki tahapan ujian yang mau tidak mau harus kita temui dalam setiap episodenya. Jika kita lulus menghadapi ujian tersebut, maka kedudukan kita berada sedikit lebih tinggi dari sebelumnya. Namun jika kita enggan untuk melaluinya, terlalu takut dalam mengarunginya, alhasil kita tidak beranjak dari posisi semula. masih sama seperti keadaan sebelumnya. Atau bahkan bisa lebih rendah apabila berpikir untuk memutuskan turun ke pijakan yang lebih rendah. Menghindar, tidak siap menghadapi resiko. Menghindar, tak memiliki kekuatan untuk melawan rasa takut akan bahaya yang mengancam.
Seperti itulah kiranya ilustrasi dari kehidupan yang sedang kita jalani. Sebagaimana sewaktu kita duduk di bangku sekolah dulu, sebagian dari kita ada yang telah berhasil menempuh ujian lalu berhasil naik ke kelas selanjutnya , sebagian gagal dan menetap di kelas yang dulu. Persoalan lulus dan gagal adalah satu hal yang biasa dalam setiap pertandingan. yang nantinya hasil akan menentukan nasib seseorang. Namun akan menjadi masalah jika seseorang enggan menjalani ujian. atau malah pergi menjauh tak merubah keadaan.
Sementara, Banyak kisah seseorang yang diuji kepedihan dalam hidup dan mengantarkan dirinya menjadi 'sesuatu' dikemudian hari. Ada pula seseorang yang mengalami sakit berkepanjangan, namun rasa sakit itu membuatnya memiliki tekad untuk berbagi dan menebar motivasi kepada orang yang berada disekitar melalui berbagai kisah yang menakjubkan sebagai perjuangannya melawan rasa putus asa di sisa kehidupannya. Atau kisah seseorang yang kurang beruntung dalam segi ekonomi, namun menjadi miliarder di kemudian hari, berkat kegigihannya menghadapi tantangan hidup. Dan masih banyak kisah lainnya yang dapat kita jadikan inspirasi.
Kesulitan tetap ada. Namun, hasil akhir dari segalanya sangat tergantung dengan bagaimana kita menyikapinya. Apakah berakhir dengan kebaikan ataukah berujung menjadi keburukan. Padahal Allah swt. telah memberi kekuatan kepada setiap insan disamping berbagai persoalan yang kerap kita anggap sebagai masalah yang menghambat gerak langkah.
Walau pun keberhasilan tidak selalu identik dengan uang dan tidak harus digambarkan dengan tingginya kedudukan. Tapi keberhasilan juga dihasilkan dari ketabahan, kesabaran dan juga ke redhaan dalam menjalani takdir Tuhan.
Allah swt. menerangka dalam firman-Nya :
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar". ( QS. al-Baqarah : 155 ).
Hendaklah berbaik sangka, karena Allah swt. berfirman :
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya....". (QS. al-Baqarah : 286 ).
Dan yakinlah dengan janji-Nya :
"......Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya". (QS. At-thalaq ).
Disamping kesulitan Allah swt. menciptakan pula kemudahan. Seperti Allah swt. nyatakan dalam ayat berikut :
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan". (QS. Asy-Syarh : 5-6 ).
Semoga Allah swt. menakdirkan kita senantiasa ada dalam kesiapan ketima ujian itu datang, dan semoga kita termasuk orang-orang yang lulus melalui berbagai ujian dengan kemampun dan kekuatan yang telah Allah swt. berikan. Aamiin.
Note Kritik dan saran sangat saya harapkan.
Salam Ukhuwah,
Amih Shila
Bandung, 27 Mei 2019
#Day(21)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Sering mendengar kata tangga? apa yang terpikirkan ketika mendengarkan kata itu?. Susunan kayu yang bertingkat menanjak? atau barisan besi yang bertahap naik ke atas? atau bahkan berputar mengikuti pembatas tengah yang vertikal?
Apalah yang terbayang di benak kita tentang tangga. Yang jelas keadaannya selalu memiliki pijakan yang mengantarkan seseorang untuk terus maju ke tempat yang lebih atas. Kemudian makna ini diibaratkan dalam kehidupan. Dimana setiap orang akan senamtiasa diuji dengan setiap kondisi. Jika anda hendak menginjakkan kaki ke tahap selanjutnya, selalu ada ujian disana. Harus ada kekuatan lebih untuk menujunya. Harus ada kemauan untuk rela meninggalkan tahapan yang lebih rendah dimana sebelumnya kita berpijak. Maju
Melangkah setahap menaiki anak tangga berikutnya, berarti keberadaan diri kita akan lebih tinggi dibandingkan posisi sebelumnya. Hal itu tak masalah jika kaki tepat melangkah pada dasar pijakan yang dimaksudkàn. Namun keadaannya akan berbeda andai kaki ini salah dalam mengatur gerakan hingga kejadiannya tak sesederhana seperti apa yang dibayangkan. Jika melangkah kurang tepat, kita tidak akan sampai pada tujuan yang diharapkan. Atau bahkan mengalami resiko yang lebih fatal. Tergelincir, lalu terjatuh ke anak tangga yang lebih rendah atau bahkan terjerembab ke dasar pijakan terbawah sekali pun.
Ya, demikianlah setahap lebih tinggi tidak selalu baik jika seseorang tidak terlalu siap dengan konsekwensi yang dihadapi. Baginya, akan selalu ada ancaman yang datang menghampiri. Ada ketakutan yang hadir menghantui. Berbeda dengan seseorang yang telah mantap siap melangkah dengan pertimbangan ilmunya pandai mengukur setiap resiko dan kemudian mengatur strategi untuk terhindar dari resiko terburuknya.
Begitu pula dengan kita. Setiap dari kita selalu memiliki tahapan ujian yang mau tidak mau harus kita temui dalam setiap episodenya. Jika kita lulus menghadapi ujian tersebut, maka kedudukan kita berada sedikit lebih tinggi dari sebelumnya. Namun jika kita enggan untuk melaluinya, terlalu takut dalam mengarunginya, alhasil kita tidak beranjak dari posisi semula. masih sama seperti keadaan sebelumnya. Atau bahkan bisa lebih rendah apabila berpikir untuk memutuskan turun ke pijakan yang lebih rendah. Menghindar, tidak siap menghadapi resiko. Menghindar, tak memiliki kekuatan untuk melawan rasa takut akan bahaya yang mengancam.
Seperti itulah kiranya ilustrasi dari kehidupan yang sedang kita jalani. Sebagaimana sewaktu kita duduk di bangku sekolah dulu, sebagian dari kita ada yang telah berhasil menempuh ujian lalu berhasil naik ke kelas selanjutnya , sebagian gagal dan menetap di kelas yang dulu. Persoalan lulus dan gagal adalah satu hal yang biasa dalam setiap pertandingan. yang nantinya hasil akan menentukan nasib seseorang. Namun akan menjadi masalah jika seseorang enggan menjalani ujian. atau malah pergi menjauh tak merubah keadaan.
Sementara, Banyak kisah seseorang yang diuji kepedihan dalam hidup dan mengantarkan dirinya menjadi 'sesuatu' dikemudian hari. Ada pula seseorang yang mengalami sakit berkepanjangan, namun rasa sakit itu membuatnya memiliki tekad untuk berbagi dan menebar motivasi kepada orang yang berada disekitar melalui berbagai kisah yang menakjubkan sebagai perjuangannya melawan rasa putus asa di sisa kehidupannya. Atau kisah seseorang yang kurang beruntung dalam segi ekonomi, namun menjadi miliarder di kemudian hari, berkat kegigihannya menghadapi tantangan hidup. Dan masih banyak kisah lainnya yang dapat kita jadikan inspirasi.
Kesulitan tetap ada. Namun, hasil akhir dari segalanya sangat tergantung dengan bagaimana kita menyikapinya. Apakah berakhir dengan kebaikan ataukah berujung menjadi keburukan. Padahal Allah swt. telah memberi kekuatan kepada setiap insan disamping berbagai persoalan yang kerap kita anggap sebagai masalah yang menghambat gerak langkah.
Walau pun keberhasilan tidak selalu identik dengan uang dan tidak harus digambarkan dengan tingginya kedudukan. Tapi keberhasilan juga dihasilkan dari ketabahan, kesabaran dan juga ke redhaan dalam menjalani takdir Tuhan.
Allah swt. menerangka dalam firman-Nya :
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar". ( QS. al-Baqarah : 155 ).
Hendaklah berbaik sangka, karena Allah swt. berfirman :
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya....". (QS. al-Baqarah : 286 ).
Dan yakinlah dengan janji-Nya :
"......Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya". (QS. At-thalaq ).
Disamping kesulitan Allah swt. menciptakan pula kemudahan. Seperti Allah swt. nyatakan dalam ayat berikut :
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan". (QS. Asy-Syarh : 5-6 ).
Semoga Allah swt. menakdirkan kita senantiasa ada dalam kesiapan ketima ujian itu datang, dan semoga kita termasuk orang-orang yang lulus melalui berbagai ujian dengan kemampun dan kekuatan yang telah Allah swt. berikan. Aamiin.
Note Kritik dan saran sangat saya harapkan.
Salam Ukhuwah,
Amih Shila
Bandung, 27 Mei 2019
#Day(21)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Komentar
Posting Komentar