PUASAMU, PINTU SURGAMU NAK!!!

PUASAMU, PINTU SURGA BAGIMU NAK....

Siang itu, aku dikejutkan dengan suasana rumah yang tak biasanya. Ruangan yang biasanya ramai dengan candaan dan celotehan anak-anak yang berusia balita, kini nampak sunyi. "penghuni rumah yang pergi keluar tidak hanya aku. rupanya semua pergi untuk kepentingan masing-masing, termasuk anak-anakku" pikirku.

namun, ketika hendak memegang daun pintu, dengan sedikit sentuhan tangan, pintu itu langsung terbuka, tanpa harus kutarik. heran! sekilas hatiku resah kalau-kalau ada sesuatu..
tapi kekhawatiran itu kuhilangkan dengan segera. "Ah....dasar bocah. keluar rumah tanpa menutup pintu rapat, apalagi menguncinya" gumamku, menenangkan.  Pelan- pelan pintu kubuka lebar. dan...." waah! " hatiku dikagetkan dengan barang yang berserakan diruang tengah rumahku dan dipojok sana terdapat sesosok tubuh yang mungil dengan mata yang memerah karena telah lama menangis. bibirnya yang mungil nampak bercak darah dan terlihat luka disepanjang permukaannya.Nampak seperti retakan tanah yang sudah lama tak diguyur hujan. kepalanya sekilas menoleh kearah kedatanganku dan kemudian tertunduk kembali. "Aaah...sepertinya aku pergi terlalu lama sehingga tak mengetahui persis keadaan rumah" kataku dalam hati. " Apa yang sesungguhnya terjadi???" tanyaku mendesak ingin tau keadaan sesungguhnya.

"Maafkan Ummi nak..." aku memulai percakapan. kusapa lembut anak mungilku. Dengan tangan yang gemeter aku sentuh rambut ikalnya. Namun, bukan kata-kata yang membalas sapaanku. Malah kulihat mata yang sinis menatap tajam ke arahku. "Oh...ada amarah dibalik matanya". "Kenapa nak??" tanyaku pelan. Lagi-lagi tak kudapatkan jawaban. Ia membisu, enggan mengabarkan perasaannya. melihat suasana itu, hatiku bertambah panik. biasanya anak balitaku berteriak dan memakiku jika meluapkan amarahnya. Dengan hati-hati aku berkata lagi "ada apa nak, coba ceritakan pada Ummi. Ummi akan mendengarkanmu", bujukku berusaha meyakinkan.

"Ummi jahat!!" teriaknya. kebiasaan itu keluar juga. kemarahan yang nampak. aku senang karena sebentar lagi aku akan mengetahui jawaban atas kebingunganku. "jahat???" tanyaku heran. Air mata yang tadi terhenti kini deras membasahi pipinya. tangisnya meledak bersamaan dengan luapan emosinya. " Ummi tak sayang padaku, aku dibiarkan lapar seharian!!!" katanya. ouwh.....jadi ini masalahnya. ia marah karena aku mengajarkan puasa. dan ini hari pertamanya berlatih puasa hingga maghrib. biasanya hanya sampai dhuhur saja. Barang yang berantakan itu adalah ulahnya ketika marah. sebagai ganti dari teriakkannya. dan bercak darah dibibirnya adalah akibat tarikan keras ketika ia menangis keras. maklumlah orang lagi puasa bibirnya terlihat lebih kering.

"Ummi justru sayang sama kamu nak" matanya heran menatapku.namun tanpa suara. aku tahu dia tidak mengerti ucapanku. "begini, pernahkahkah kamu masuk pada satu rumah bersama teman sekelasmu??" dengan nada penasaran ia bertanya. "Maksud ummi....???"     " jika kamu masuk satu rumah bersama mereka, setidaknya ķamu menanti giliranmu untuk masuk kedalamnya bukan?". " Nah, supaya kamu cepat masuk ke rumah itu.maukah ummi buatkan satu pintu husus untukmu?" tambahku. " mau ummi..." kali ini suaranya bernada datar. " nah, begitu pula Allah berikan pintu khusus buatmu untuk masuk ke dalam surga-Nya. melalui shaum ini. nama pintu itu bernama Ar-Royyan. hanya orang yang melaksanakan shaum yang bisa masuk ke dalamnya". jelasku panjang lebar.

" Kamu mau bisa masuk ke pintu itu??" " jadi aku bisa masuk umm, dengan shaumku umm?" yess. akhirnya ia mulai lupa akan kemarahannya. dia mulai tertarik dengan ceritaku. " ya....kalau kamu mau boleh. asalkan kamu mau bersabar berlatih shaum hingga tamat sampai adzan maghrib. gimana...??" tanyaku coba mengujinya. "boleh.aku akan berlatih umm" . " Alhamdulillah....ummi senang memiliki anak yang penyabar sepertimu. yuk berlatih sama ummi". "okke" timpalnya mantap sambil tersenyum. sekarang hatiku lega....dan aku senang dengan percakapanku dengannya hari ini...Alhamdulillah.

Amih Shila
11 Mei 2019

kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan.

note : perumpamaan ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan pintu surga sempit hingga mengakibatkan orang masuk bererdesakan. perumpamaan ini dimaksudkan untuk menyederhanakan bahasa agar anak mudah faham apa yang saya maksud.

#Day(6)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Komentar

  1. mengajarkan anak agar paham makna puasa yang sesungguhnya memang butuh satu kesabaran juga bagaiaman mengolah kata sehingga anak bisa menerima itu yaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEDERHANAAN KHALIFAH UMAR

PEMBATAL PUASA:MITOS/FAKTA??

PUASA=UJIAN KEIMANAN