KESEDERHANAAN KHALIFAH UMAR

Sedang puasa, pergi ke pasar. Banyak sekali godaannya. Selain pakaian, Makanan yang enak dan lezat juga begitu menggoda. apalagi perut lagi lapar begini, sudah pasti puas jika menyantapnya. Harum sedap di toko yang dilewati, menggambarkan mantapnya rasa makanan itu. Uuuh sedapnya....
Tapi sekarang kan lagi puasa, tahan dulu ah sampai maghrib. mending, aku beli dulu bahan makanan buat di masak. sayuran, buah-buahan, agar-agar dan daging sudah kumplit berada dikeranjang belanjaanku. cukup untuk berbuka dan sahur nanti. Tapi....ah, tunggu dulu. kaya nya makanan dijongko itu enak-enak deh. Bumbu yang digunakan cukup banyak dan bau harumnya menambah cita rasa makanan jadi lebih kaya. Beli ah, penasaran. nyesel sepertinya kalau tidak menyicipi pasakan itu. tapi belanjaanku banyak nih, beli pasakan itu bukan tujuanku sebenarnya. tapi....kalau ditunda sampai besok, takut gak ada barangnya. ya sudah saya beli sekarang deh. biar gak repot nantinya kalau kepepet karena kesiangan buat dahur.

Alhasil, kalau sudah seperti cerita di atas. Uang berhambur tak terkendali. Makanan pun membanjiri lemari es. Padahal belum tentu bisa di pasak semua. malah kadang sebagian busuk dan akhirnya dibuang percuma. Kebiasaan Mubazir terulang kembali. Ya, itu pengalamanku. Mudah-mudahan tidak demikian dengan anda.

Terkadang lupa, bahwa Islam mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam hal keduniaan. Karena sejatinya, semua yang ada didunia ini bersifat sementara dan akan kita tinggalkan. Maka setelah kematian kita, hanyalah balasan amal yang kekal dan menyertai kita sampai hari penghisaban.

Jadi teringat, kisahSeorang muslim bernama Hafash bin Ali Aash yang suka berkunjung ke rumah Khalifah Umar bin Khattab. Hafash adalah orang yang kaya di Madinah, di rumahnya ia selalu makan enak yang telah disediakan oleh para jùru masaknya.

Ketika berkunjung ke rumah Khalifah Umar, ia disuguhi sepotong daging kering yang tebal dan keras. Apalah makanan  Khalifah Umar ini??? Hafash tidak mau menyentuhnya. karena perutnya tidak terbiasa memakan makanan keras seperti itu. Mengetahui hat tersebut, Khalifah Umar bertanya, " apa yang menghalangimu memakan makanan kami? tanya beliau." Itu makanan kasar dan tebal ya Amirul mukminin??" jawab Hafash. "Biarlah aku pulang saja dan memakan makanan yang lebih lunak dari ini" lanjut Hafash.

Subhaanallah, seorang Khalifah yang serba ada hanya memakan makanan yang sederhana saja. Bukan karena beliau tidak mampu menghadirkan makanan paling mahal dan lezat. Namun karena akhlak Islam telah tertanam dalam jiwa beliau, beliau hanya mengambil sebagian kecil dari dunia ini. Karena lebih takut mengambil sesuatu yag bukan haknya. yang kemudian menciderai hak orang lain.

Menawan sungguh akhlak islam. berbeda jauh dengan aku yang masih mengikuti hawa nafsu. Astaghfirullah....maafkan aku ya Allah....

Note:
- Semoga tulisan ini bermanfaat
- Kritik dan saran sangat saya harapkan

Salam Ukhuwah
Amih shila,
Bandung, 18 Mei 2019

#Day(12)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChalleng30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESEDERHANAAN KHALIFAH UMAR

PEMBATAL PUASA:MITOS/FAKTA??

PUASA=UJIAN KEIMANAN